GELORA.ME - PT KAI Daop 9 Jember melakukan tindakan tegas kepada calon penumpang KA yang pada saat boarding kedapatan tiket kereta api yang dimiliki tidak sesuai dengan identitas.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro menegaskan, calon penumpang KA tersebut tidak diperkenankan untuk naik rangkaian kereta meskipun telah memiliki tiket kereta api.
“Syarat untuk naik KA adalah memiliki tiket kereta api yang sah sesuai dengan kereta api yang ditumpanginya. Jika calon penumpang KA tidak dapat menunjukkan identitas diri sesuai dengan yang tertera di tiket pada saat boarding, maka tiket dianggap tidak sah dan calon penumpang tidak boleh masuk stasiun maupun naik kereta api,” terang Cahyo Widiantoro.
Para penumpang KA yang memiliki tiket kereta api tetapi tidak sesuai dengan identitas biasanya masuk stasiun atau naik kereta api memanfaatkan keramaian pada saat boarding dan berharap petugas lengah. Atau jika ada rombongan, biasanya mereka berpura-pura bagian dari rombongan itu agar bisa diizinkan masuk.
“Yang paling sering kita temukan pada calon penumpang KA Pandanwangi dan ada beberapa juga calon penumpang KA Probowangi,” kata Cahyo.
Alasan penggunaan identitas penumpang KA untuk pembelian tiket kereta api diantaranya guna menghindari pemalsuan tiket, verifikasi penumpang atas hak reduksi, pendaftaran asuransi, serta untuk menghindari percaloan tiket yang dapat merugikan para pelanggan.
“KAI juga sering mengadakan program loyalty salah satunya Umroh with Access by KAI, dimana pengambilan datanya melalui identitas penumpang yang digunakan untuk memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI,” terang Cahyo.
KAI berkomitmen untuk menyediakan tiket khususnya saat peak season seperti di masa Angkutan Nataru ini secara transparan dan terpercaya bagi seluruh pelanggan.
Selama 18 hari masa Angkutan Nataru 2023/2024 yang ditetapkan oleh KAI, tiket yang sudah terjual untuk di wilayah Daop 9 Jember dari tanggal 21 Desember 2023 hingga 7 Januari sebanyak 135.101 tiket. Sedangkan untuk penumpang yang sudah diberangkatkan dari wilayah Daop 9 Jember menuju beberapa kota mulai tanggal 21-29 Desember sebanyak 87.949 pelanggan.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: adatah.com
Artikel Terkait
Ancam Tidak Beri Nilai, Guru PJOK di Lumajang Tunjukkan Alat Vitalnya ke Siswi SD saat VC
Sosok Rafithia Anandita Mantan Istri Dokter Cabul Syafril Firdaus, juga Berprofesi sebagai Dokter
Ketua Organisasi Keagamaan di Asahan Diduga Kirim Foto Alat Kelamin ke Istri TNI
MBG Kembali Bermasalah, Belasan Siswa di Batang Diduga Alami Keracunan